LEBIH DARI SEKADAR OLI. INI ADALAH LIQUID ENGINEERING.

  1. Beranda
  2. KISAH CASTROL
  3. RUANG BERITA
  4. SIARAN PERS
  5. CASTROL MEMPERLUAS RANGKAIAN PRODUK MINYAK PEMOTONG BEBAS BIOSIDA

Castrol memperluas rangkaian produk minyak pemotong bebas biosida dengan Hysol SL 45 XBB untuk permesinan dirgantara

Tanggal: March 2018

Pesawat di hanggar
  • Teknologi XBB mengurangi kebutuhan aditif dan biosida untuk memenuhi undang-undang HSE ATP ke-10 saat ini di Eropa
  • Disetujui oleh OEM dirgantara Tier-1 untuk berbagai proses pemotongan paduan logam produk dirgantara
  • PH yang stabil dan kinerja permesinan yang luar biasa membantu menjaga mutu, mengurangi biaya, dan memperbaiki kondisi kerja

Castrol, salah satu perusahaan pelumas terkemuka di dunia, sedang memperluas rangkaian produk minyak untuk pengerjaan logam XBB kinerja tinggi dengan meluncurkan Hysol SL 45 XBB – minyak pemotong baru yang dapat larut untuk operasi permesinan dirgantara yang diformulasikan tanpa bahan pembebas boron dan formaldehida.


Minyak pemotong XBB Castrol dapat mengurangi tambahan aditif biosida hingga 90%[1], membuat masa pakai lebih lama, mengurangi biaya operasi dalam jumlah besar[2] - tanpa mengorbankan kinerja[3]


“Minyak pemotong dengan teknologi Castrol XBB adalah favorit perusahaan untuk operasi permesinan di seluruh dunia, di mana minyak ini membantu pelanggan kami memenuhi undang-undang HSE yang ketat dan mengurangi biaya operasi dengan menghilangkan kebutuhan untuk tambahan aditif yang sering dan mahal,” ujar Dr. Rudolf Janner, Global Product Manager di Castrol. “Hysol SL 45 XBB sekarang memberikan manfaat yang sama untuk operasi permesinan dirgantara yang banyak persyaratannya, sehingga manajer pabrik tidak lagi harus memilih antara mutu, keamanan dan produktivitas.”


Castrol Hysol SL 45 XBB memberikan kinerja permesinan yang luar biasa di berbagai proses pemotongan paduan logam produk dirgantara[4] dan disetujui oleh OEM dirgantara Tier 1, seperti Airbus, Bombardier, dan Safran.[5]


Pelumasannya yang sangat baik menghasilkan masa pakai alat lebih lama dan rupa akhir permukaan lebih tinggi, sementara sifat pembasahan yang sangat baik membantu menjaga mesin dan suku cadang dari penumpukan serpihan logam. Terpenting lagi, emulsi 20% dari Hysol SL 45 XBB juga telah terbukti tidak menyebabkan iritasi pada kulit[6], bahkan setelah kontak berulang.


Minyak pemotong memainkan peran penting dalam pembuatan berbagai jenis komponen logam. Salah satu kelemahan utama dari teknologi tradisional adalah, seiring berjalannya waktu, minyak tersebut dapat mengalami pertumbuhan dan kontaminasi bakteri. Hal ini menyebabkan penurunan pH, bau tidak sedap, emulsi tidak stabil, dan kinerja buruk.


Pelanggan yang menguji coba Castrol Hysol SL 45 XBB melaporkan berbagai manfaat, termasuk

  • penghematan biaya dari berkurangnya tambahan biosida dan aditif fungisida
  • Terlihat jelas busa berkurang

Teknologi Castrol XBB mengubah sifat inti dari minyak pemotong – mereka tahan terhadap serangan asam dari bakteri, terbukti dapat mempertahankan pH pada tingkat yang konstan dan karenanya secara inheren lebih tahan terhadap pertumbuhan bakteri.


Hubungi Sales Engineer Castrol Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara minyak pemotong Castrol XBB dapat menghasilkan produk kinerja tinggi dan tidak akan usang.

[1] Sumber: Studi Kasus Pelanggan, Hysol SL 45 XBB, memperpanjang umur sistem dari 3 minggu menjadi 5 minggu (67%) tanpa tambahan aditif biosida.
[2] Sumber: Studi Kasus Pelanggan, Hysol SL 45 XBB, poin bukti tidak ada bau dan penghematan hingga USD 15.000 setahun.
[3] Sumber: Berdasarkan Uji Laboratorium Tantangan Alkalinitas dan Mikrobiologi 28 hari terhadap persaingan besar pada 2017
[4] Sumber: Berdasarkan Uji Laboratorium Tantangan Alkalinitas dan Mikrobiologi 28 hari terhadap persaingan besar pada 2017
[5] Sumber: Surat persetujuan OEM
[6] Berdasarkan uji BUS, evaluasi skor setelah aplikasi topikal terbuka (periode paparan: 0,5 jam, 1,0 jam, 5,0 jam, 1x aplikasi.; Kulit yang terkelupas) dapat disimpulkan bahwa produk Hysol SL 45 XBB (segar; 20%) tidak menyebabkan iritasi pada kulit, bahkan setelah kontak kulit berulang – Dr. Wolfgang F. Pittermann, Certified Veterinary Pathologist